Sistem Informasi Unika Soegijapranata

Meramu Teknologi Informasi dan Bisnis dalam Masa Depan Generasi Muda, Hasilkan Solusi untuk Bangsa

Tiga Karya Ilmiah di Tingkat Internasional

Selalu ada semangat, percaya diri, dan energi yang luar biasa di dalam setiap karya yang dihasilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Game Technology Unika

Game Perjuangan

10 November di Surabaya, Pertempuran Medan Area, Serangan Umum 1 Maret, Bandung Lautan Api, Palagan Ambarawa, dan Pertempuran 5 Hari di Semarang

GameTech @ Unika Soegijapranata

Kombinasi Programmer, Entrepreneur, dan Teknologi Game untuk hasilkan berbagai karya bagi tanah air (Pendidikan, Pariwisata, Kebudayaan, Kesehatan, dll)

GameTech @ Unika Soegijapranata

Erdhi Widyarto N, MT - Bernardinus Harnadi, MT - T. Brenda Ch, MT - Dr. Ridwan Sanjaya - Risa Farrid C, MT - FX Hendra Prasetya, MT - Yulianto Tejo P, MT

Gabung sebagai Teman

Klik http://facebook.com/GameTechUnika dan ikuti informasi-informasi terbaru di GameTech Unika Soegijapranata

Perkembangan Industri Kreatif Game

Bukan hanya pemain lokal, industri game kelas dunia juga ikut menanamkan usahanya di Indonesia!

Thursday, June 15, 2017

Kesuksesan Game Developer Indonesia Menginspirasi Squarstudio

  Menengok perjalanan developer game indonesia beberapa tahun kebelakang yang membawa kabar gembira untuk perkembangan dunia game di Indonesia. Sudah mulai bermunculan developer-developer game baik indie yang mampu menunjukan hasil luar biasa kreasi game buatannya, semua itu dapat dilihat dari respon masyarakat yang menyambut baik hasil kreasi game anak bangsa ini. Developer game ini menyasar berbagai pangsa pasar, seperti game Infectonar Survivors, game buatan Toge Production yang menyasar pasar steam, kemudian ada Tahu Bulat game buatan Own Games yang menyasar pengguna Android. Namun dari beberapa pangsa pasar yang dibidik oleh developer game Indonesia lebih banyak mengarah pada pengguna Android lewat toko aplikasi Playstore. Mulai bermunculan game-game buatan anak Indonesia yang berada pada top chart playstore Indonesia dengan berbagai kategori seperti contoh pada kategori gratis teratas ada game Tahu Bulat, TTS Lontong, Tahu Bulat 2, Warung Chain, Tebak Gambar. Dibalik semua kesuksesan yang diraih oleh developer game Indonesia pasti ada faktor-faktor yang mempengaruhinnya. Siapa tidak mengenal game Tahu Bulat, game yang fenomenal ini. Berdasar kutipan dari Techin Asia ID 25 Mei 2016 ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari game tahu bulat antara lain pemilihan tema awal yang tepat. Memang pada waktu itu di Indonesia melalui media sosial sedang demam akan penjual tahu bulat yang dijadikan meme melalui slogan penjualnya “Tahu Bulat digoreng dadakan”. Adapun juga faktor lainnya yang tidak kalah penting pemilihan genre, genre casual memang pada saat itu sedang banyak-banyaknya game dengan genre casual atau sering disebut tipe clicker. Meskipun dibuat kurang lebih hanya 2 minggu namun dalam kurun seminggu saja jumlah downloadnya sudah mencapai 100.000 sampai 500.000, itu merupakan hasil yang menggembirakan bagi developer game Indonesia. 

                                                             
                                                                          Sumber : google.com

  Pada waktu itu Tahu Bulat mengalahkan game Clash of Clans dan menempati posisi pertama dalam game gratis terlaris Playstore, yang ketika itu game terlaris sedang dikuasai oleh game Clash of Clans. Selain Tahu Bulat yang kini sudah memperoleh 5jt sampai 10 jt download, ada game pendahulunya yang meraih sukses dan berada pada deretan top gratis teratas yaitu game Tebak Gambar. Game yang dirilis pada 8 november 2013 ini masih eksis sampai sekarang, dengan gambar yang ringan dan teka-teki yang dapat mengasah otak membuat pemainnya menjadi kecanduan dan selalu ingin memainkan game ini kembali. Menurut artikel yang dilansir dari website dunia games tanggal 28 februari 2017, game yang dibuat oleh 2 orang ini bermula dari salah satu anggota yang terispirasi sebuah majalah yang berisi tebak-tebakan gambar diwaktu kecilnya. Game ini simpel namun penuh dengan teka-teki yang dapat mengasah kemampuan otak pemainnya, inilah yang menjadi inti mengapa game Tebak Gambar ini menjadi populer dan menempati top gratis game terpopuler di Playstore selama berbulan-bulan. Meskipun gambar yang dipakai terbilang sederhana, jika jalan cerita sebuah game bagus, maka kemungkinan untuk diminati banyak orang akan lebih terbuka lebar. Selain itu faktor yang mempengaruhi game Tebak Gambar ini, menurut saya pribadi adalah faktor konsistensi dalam update game secara berkala. Pemain akan merasa bosan ketika konten-konten yang ada dalam game statis dan tidak ada penambahan sehingga pemain akan cepat bosan dan tidak memainkan game kembali. Faktor konsistensi update konten inilah yang masih menjadi daya tarik game Tebak Gambar saat ini, meskipun tidak sepopuler pada tahun 2013 lalu ketika masih awal-awal masa perilisan game ini. 


Sumber : google.com

  Namun dari kesusksesan yang diperoleh developer lewat karya game yang dibuatnya, pasti ada waktunya dimana game tersebut akan mengalami titik redup dan berkurangnya jumlah pemain, meskipun ada fitur baru yang ditambahkan lewat update terbarunya. Hal yang biasa dilakukan ketika sebuah game sudah mengalami titik redup adalah dengan membuat game baru atau game sekuel dari game yang sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Own Game dengan membuat game baru ketika Tahu Bulat mengalami penurunan pemain, adapun Tebak Gambar yang membuat Si Udin : Puzzle 5 Dasar, ataupun Toge yang membuat Infectonator  Hot Chase, ataupun Infectonator Survivors. Selain untuk menarik kembali minat pemain untuk memainkan game buatan developer, membuat game baru adalah cara untuk mempertahankan kepercayaan pemain terhadap developer tersebut. Namun tidak selalu cara ini medapat respon yang sama seperti game pendahulunya yang mampu meraup download yang fantastis. Ini yang dialami Own Games yang membuat game Nasi Goreng dan Abang Tahu Bulat, antusias pemain masih banyak namun belum seheboh game Tahu Bulat. Namun tidak menutup kemungkinan game Tahu Bulat 2 yang belum lama ini dirilis oleh Own Games mampu menyamai bahkan melampaui game Tahu Bulat. Dengan pencapaian menggembiarakan yang diraih oleh developer Indonesia ini semoga menjadi pemicu bagi developer-developer Indonesia lainnya kelak. Hal inilah yang menjadikan motivasi Squarstudio yang merupakan studio game inkubasi dari gametech unika progdi sistem informasi untuk menjadi developer Indonesia yang dapat meraih kesuksesan yang fantatis seperti kisah sukses developer Indonesia yang telah meraihnya. Dan semoga game baru yang sedang dikerjakan oleh Squarstudio ini dapat menyamai ataupun bahkan melampaui game-game buatan developer Indonesia yang telah sukses sebelumnya. Wahyu Febriyanto - Squarstudio

Wednesday, March 29, 2017

Jomblo? Dibuat keren aja dengan game Jomblo Keren!


Semarang, 26 Maret 2017 – Raxeon kembali meluncurkan game terbaru mereka di Google Play yang berjudul “Jomblo Keren”.

“Jomblo Keren” adalah mobile games dari Raxeon dengan genre simulasi yang menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa yang memilih untuk hidup jomblo selama ia kuliah. Di game ini, pemain akan dihadapkan dengan banyak persoalan yang biasa dialami oleh mahasiswa sehari-harinya, seperti pilihan untuk membolos kelas, bahkan soal percintaan!


Gameplay dari “Jomblo Keren” cukup mudah karena pemain hanya perlu melakukan tap pada salah satu jawaban yang ada. Namun pemain tidak bisa asal memilih, karena setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing.

Terdapat empat status utama pada game ini, yaitu Perasaan, Sosial, Akademis, dan Keuangan. Hasil akhir dari status ini berguna untuk menentukan layak tidaknya pemain untuk maju ke level selanjutnya.

Misi utama dari game “Jomblo Keren” yaitu memperoleh nilai akademis yang bagus selama kuliah, memiliki finansial yang cukup, serta banyak relasi. Untuk mencapai itu semua, tugas dari pemain adalah untuk tetap men-jomblo selama kuliah serta menjaga keseimbangan ke empat status lainnya. Pemain juga harus segera menyelesaikan level yang telah dipilih, batas waktu pemain hanya 50 minggu! Lebih dari itu? Permainan akan berakhir. Ibaratnya, “kamu ngapain aja selama kuliah?”.

“Jomblo Keren” memiliki beberapa fitur, diantaranya adalah sistem pencapaian. Sistem pencapaian berguna untuk mencatat sudah sejauh mana kisah kalian berjalan.

Selain itu, terdapat empat mahasiswi yang dapat didekati oleh pemain selama kuliah. Pilihan pemain akan menentukan ending dari game ini!

Untuk dapat bermain “Jomblo Keren”, pastikan Android kamu adalah versi 4 keatas.


Download game nya di Google Play:



Fanspage:



Buktikan kalo jomblomu itu adalah jomblo yang keren!



Trailer Jomblo Keren



Raxeon sendiri adalah sebuah indie game developer dari program studi Sistem Informasi UNIKA Soegijapranata Semarang yang berfokus pada mobile games dan sudah beberapa kali merilis game mobile seperti "Sahurak?" dan "Amame Quiz".

Monday, March 27, 2017

Squarstudio, Start-Up Inkubasi Progdi Sistem Informasi Kembali Release Game Perjuangan Semangka

Tak puas dengan tiga game yang sudah di release, kali ini Squarstudio kembali merelease game terbarunya yang berjudul Perjuangan Semangka. Sedikit berbedan dengan beberapa game yang sebelumnya. Dalam game Perjuangan Semangka terdapat banyak tantangan dengan tokoh utama Semangka. Terdapat 30 level dengan tantangan yang berbeda.



Setiap permainan memiliki kesulitannya sendiri. Dalam game ini, pemain diminta untuk fokus dan teliti. Namun tantangan dalam game ini tidak membuat pemain menjadi tegang karena setiap tantangan dapat diselesaikan dengan menyenangkan.

Penasaran dengan game ini??

Yuk langsung download disini

              

Monday, March 13, 2017

KULIAH UMUM dengan Prof Chen-lun Hung dari Universitas Providence Taiwan


Setiap semester pada awal kuliah, Fakultas Ilmu Komputer selalu mengadakan kuliah umum yang bertujuan untuk menselaraskan antara kajian teori yang dikembangkan dikelas pada saat perkuliahan dengan realitas dunia kerja serta mengetahui perkembangan teknologi IT saat ini. Kuliah umum biasanya menghadirkan pembicara baik dari praktisi maupun dari pakar.
Pada semester genap 2016/2017 ini kuliah umum Fakultas Ilmu Komputer menghadirkan pakar Teknologi “BIG DATA” dari Universitas Providence Taiwan. Prof Che-Lun Hung Ph.D mempunyai reputasi luar biasa dalam teknologi BIG DATA. Hal ini terlihat dalam banyaknya tulisan Prof Chen di jurnal mapun proceding ilmiah internasional bereputasi. Usia yang masih relatif muda tetapi sudah menghasilkan lebih dari 100 tulisan ilmiah. Salah satunya adalah tentang algoritma UPGMA Pararel,  Pemakaian GPUs, Deep Learning menggunakan CUDA dan lain sebagainya.
Kuliah umum diadakan di Gedung Theater Thomas Aquinas Universitas Katolik Soegijapranata pada tanggal 6 Maret 2017, dengan judul "Implementasi Big Data" dihadiri oleh sebagian mahasiswa Ilmu Komputer. Acara kuliah umum ini di buka oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer, kemudian dilanjutkan kuliah umum yang di moderatori oleh Dr. Benardinus Harnadi.
Dalam kuliah umum tersebut, Prof Chen-lun Hung memamaparkan bahwa big data sangat berperan penting dalam setiap aspek, Big data sendiri adalah tindakan pengumpulan dan penyimpanan informasi yang besar untuk analisis. data tersebut adalah data terstruktur maupun data yang tidak terstruktur seperti gambar, video dan informasi-informasi lain. Data-data ini disimpan di server kemudian dianalisis menggunakan metode-metode tertentu untuk mendapatkan suatu keputusan. Salah satu platform yang populer digunakan adalah platform CUDA. CUDA adalah platform pararel komputasi dan aplikasi pemrograman interface pada GPU. Platform ini dibuat oleh NVDIA, salah satu industri yang berkecimpung dalam pengolahan grafis. Sedangkan contoh implementasi big data adalah implementasi mobil cerdas dan prediksi kecenderungan orang dalam berbelanja suatu barang,dan lain sebagainya
         Acara kuliah umum dilanjutkan pertemuan dengan fakultas untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan kerjasama antara providence dengan F.IKOM. hasilnya adalah didapatkan beberapa kerjasama seperti riset bersama menggunakan Teknologi BigData untuk medis dan game serta pemakaian IOT dan kemungkinan kuliah di providence selama 1 tahun.

squarstudio, start-up inkubasi progdi sistem informasi rilis game terbarunya


Squarstudio merupakan start-up inkubasi dari program studi sistem informasi yang terlahir sejak bulan agustus tahun 2016, bermula dari empat orang mahasiswa yang memiliki satu visi untuk menciptakan sebuah start-up dibidang game developer yang fokus di Semarang terlebih dahulu. Berangkat dari jurusan yang memang dari gametechnology serta hobi dalam bidang game,keempat pemuda ini dapat dibilang nekat dalam menggeluti industri game ini. Namun dengan tekat yang mantap kini squarstudio dapat memproduksi beberapa mini game, diantaranya froggie jump serta sky jump ninja. Game developer yang bermarkas di gedung henricus constant lt 8 unika soegijapranata ini selama 6 bulan ini telah memproduksi 7 game yang kebanyakan bergenre arcade, namun yang sudah dapat didownload baru tiga game saja, termasuk game kick the zombies ini. Selain kedua game tersebut baru-baru ini squarstudio merilis game terbarunya yang berjudul squarteam: kick the zombies. Membayangkan game zombie identik dengan menakutkan dan penuh darah, namun game squarteam: kick the zombies ini mengadaptasi gambar yang tidak begitu seram layaknya game bertemakan zombie lainnya. Dengan mengusung tema grafis simple fun zombies, diharapkan membuat pemain merasa nyaman dengan grafis yang disuguhkan game ini. Game yang mengangkat cerita zombie ini, menceritakan empat sekawan team squar yang berusaha melarikan diri dari serangan zombie-zombie yang mengamuk. Setelah sebelumnya tempat yang mereka gunakan untuk berlindung dihancurkan para zombie. Maka dari itu team squar harus mencari tempat berlindung yang baru agar terhindar dari infeksi para zombie. Empat karakter utama dalam game ini yaitu godzilla, doers, leona, serta veinz. Karakter tersebut memiliki efek animasi yang berbed-beda, selain empat karakter utama, terdapat zombie-zombie yang memiliki skill yang berbeda-beda. Game kick the zombie ini merupakan game ketiga squarstudio yang sudah release di playstore dan amazon appstore, setelah sebelumnya game froggie jump serta sky jump ninja yang terlebih dahulu hadir di kedua appstore tersebut. Game ini rencananya akan dibuat cerita lanjutannya dalam pengembangannya kedepan. Mungkinkah squarteam menemukan tempat berlindung mereka yang baru serta dapatkah squarteam menyelamatkan diri dari infeksi para zombie? Temukan jawabannya di Squarteam: Kick The Zombie! Unduh sekarang lewat playstore dan amazon appstore sekarang!

Download Squarteam: Kick The Zombies Playstore atau Amazon Appstore


Tuesday, February 28, 2017

GameTech Unika Fasilitasi Bisnis Rintisan (Start-up)

Beberapa game karya mahasiswa dan alumni GameTech di Google Play

Unika Soegijapranata merupakan salah satu kampus yang memiliki program S-1 Game Technology dan didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak pada awal pendiriannya. Pada awal pendiriannya di tahun 2012, tercatat 46 mahasiswa mendaftar di jurusan ini dengan 26 mahasiswa memperoleh Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud. Hingga tahun 2015, Kemendikbud masih memberikan Beasiswa Unggulan untuk mahasiswa yang mengambil jurusan ini. 
Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab terhadap beasiswa tersebut, pengelola Game Technology mendorong dan memfasilitasi berbagai bentuk kewirausahaan mahasiswa seperti contohnya usaha produksi game Android yang dijual melalui app store maupun digali pendanaannya melalui iklan. Selain itu, juga usaha pembuatan game yang semakin banyak dipesan oleh masyarakat untuk berbagai kepentingan.
Pada salah satu sudut kantor pengelola program S-1 Game Technology, terdapat ruang inkubasi bisnis yang dilengkapi dengan beberapa komputer. Ruang tersebut memfasilitasi mahasiswa dan alumni yang ingin mengembangkan minatnya dalam mengembangkan bisnis di bidang Game. Proses pembuatan bahkan brainstorming terkait dengan ide, produksi, sampai dengan pemasaran dapat dilakukan di sana. Bahkan beberapa dosen juga sering menyambangi untuk mengajak berdiskusi mengenai pengembangan bisnis dan prospek klien yang bisa dibidik.
Saat ini, terdapat beberapa freelancer dan dua kelompok bisnis rintisan (start-up) yang berkarya melalui cara ini. Lokasi ruang inkubasi bisnis yang berada di dalam kampus cukup menguntungkan mahasiswa Game Technology karena mereka dapat langsung melihat dan bergabung jika memiliki minat yang sama. Beberapa produk game yang diluncurkan melalui app store dapat dilihat melalui Google Play maupun Amazon App Store. Karya-karya aplikasi permainan dari SquarStudio seperti Froggie Jump dan Sky Jump Ninja dapat diunduh melalui http://bit.ly/squarstudio, sedangkan karya-karya Raxeon seperti SahuRak? dan Tap o Sleep dapat diunduh melalui http://bit.ly/raxeonstudio. Permainan yang dihasilkan oleh mahasiswa lainnya bisa dicari melalui http://bit.ly/unikagame.
Gunawan, Wahyu, dan Leocadia dari SquarStudio di ruang inkubasi bisnis

Menurut Leocadia salah satu pendiri SquarStudio, dukungan kampus melalui penyediaan ruang inkubasi bisnis ini sangat membantu mereka yang belum mempunyai modal di awal namun memiliki tekad untuk berbisnis. Berkat dukungan tersebut, masalah permodalan dan biaya operasional tidak lagi dikhawatirkan sehingga dirinya bisa fokus untuk memperbanyak produksi.
Sedangkan menurut Andrew yang merupakan salah satu pendiri Raxeon, kesempatan dari kampus untuk magang di berbagai start-up Game telah membuka matanya untuk mengembangkan bisnis ini meskipun belum lulus. Dia berharap setelah lulus, bisnis yang dirintisnya makin dapat berkembang dengan dukungan lingkungan yang suportif di kampusnya.
Dr. Bernardinus Harnadi menyampaikan bahwa program S-1 Game Technology memiliki DNA kewirausahaan sejak dilahirkan. Sehingga pihaknya selalu mendukung kreatifitas mahasiswa dalam pengembangan talenta di bidang bisnis. Sedangkan output game yang memilih bidang edukasi merupakan bagian dari niatan jurusannya untuk mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan melalui karya-karya game yang dihasilkan.
Semoga niat yang baik ini dapat terwujud. Amin.

Thursday, February 16, 2017

SquarStudio, Start-Up Alumni GameTech Luncurkan Game Sky Jump Ninja




Squarstudio baru saja mempublish game terbarunya yang berjudul “Sky Jump Ninja”. Masih sama seperti “Froggie Jump”, untuk memainkan “Sky Jump Ninja” pemain hanya diminta untuk membuat ninja terus melompat dan menghindari suriken yang secara tiba-tiba muncul dan menjadi halangan agar sang ninja jatuh dan kalah. Ninja diminta untuk mengumpulkan diamond dan coin sebanyak mungkin. Coin yang di dapat akan membantu pemain untuk terus melanjutkan game dan memperoleh score tertinggi. Selain itu fitur lain yang ada dalam game ini adalah pergantian set lokasi yang dapat setiap saat diganti.

Ayo download sekarang Sky Jump Ninja disini 














Thursday, December 29, 2016

Froggie Jump, Game Seru Buatan Alumni GameTech


Froggie Jump adalah game bergenre arcade yang dikembangkan oleh Squarstudio yang dirilis pada tanggal 14 November 2016 yang lalu. Seperti judulnya, game ini menceritakan tentang seekor katak yang melompati daun teratai. Dengan adanya sistem timer, selain teliti ketika melewati daun, pemain juga harus bergerak dengan cepat agar tidak kehabisan waktu. Salah satu fitur dari game ini adalah dengan adanya fitur untuk mengganti skin katak dengan kostum-kostum khusus. Ada banyak kostum yang dapat digunakan oleh sang katak dan dapat diganti setiap saat. Untuk memperingati hari Natal, Froggie Jump juga memiliki tema natal yang membuat katak akan melompat diatas balok es.
Yuk, mainkan keseruan dari Froggie Jump.

Tertarik mencoba?

Froggie Jump dapat diunduh disini







Saturday, November 26, 2016

Saturday, May 16, 2015

Kembangkan Inspirasi, Pembuat Game Kemah di Kopeng

Kembangkan Inspirasi, Pembuat Game Kemah di Kopeng

SEMARANG, suaramerdeka .com – Jurusan Game Technology Unika Soegijapranata menyelenggarakan kegiatan yang dinamai Game Development Camp atau kemah para pembuat game di Kopeng Salatiga.

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan mengangkat tema pariwisata sebagai produk luarannya.

Peserta dituntut untuk menyelesaikan pembuatan game berbasis Android sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan game diawali dengan pengembangan konsep game, pembuatan materi grafis, perancangan peta permainan, dan berlanjut sampai dengan pembuatan program.

Setiap game diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri dari 3 anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah. Menurut Daniel Sigit, presiden Game Club Unika Soegijapranata, acara ini keluar dari mainstream yang umumnya untuk membuat program dilakukan di laboratorium atau tempat yang lengkap dengan hardware pendukung dan koneksi internet.

“Kami menerapkan slogan jurusan yaitu Brilliant, Innovative, and Confident melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif,” kata Daniel Sigit dilansir dari rilis yang dikirim, Selasa (28/4).

Irwanto, satu peserta dari mahasiswa semester 4 Universitas Binus Jakarta, menyatakan rasa senangnya bisa terlibat dalam acara tersebut. “Jika ada kesempatan lagi, saya berharap dapat ikut lagi pada tahun depan,” lanjutnya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian doorprize dari sponsor dan ice breaking. Dosen juga memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan oleh para peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori game yang ditentukan, mendapatkan hadiah dari panitia.

Menurut Dr. Ridwan Sanjaya, Wakil Rektor bidang Akademik, acara ini merupakan salah satu kegiatan akademis yang dikemas secara unik oleh jurusan Game Technology Unika Soegijapranata. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya Festival Game yang selalu diselenggarakan setiap tahun.

(Puthut Ami Luhur/CN34/SM Network)

Sumber : berita.suaramerdeka.com

 

Mahasiswa Unika Buat Game Sembari Camping

SEMARANG - Mahasiswa Game Technolgy Unika Soegjapranata membuktikan bahwa untuk membuat sebuah game tidak harus berada di dalam laboratorium komputer. Akhir pekan lalu mereka menyelenggarakan kegiatan yang dinamai Game Development Camp atau kemah para pembuat game di Kopeng Salatiga.

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan mengangkat tema pariwisata sebagai produk game yang dibuat.

“Peserta dituntut untuk menyelesaikan pembuatan game berbasis Android sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan game diawali dengan pengembangan konsep game, pembuatan materi grafis, perancangan peta permainan, dan berlanjut sampai dengan pembuatan program,” ucap wakil Rektor Bidang Akademik Unika, Dr Ridwan Sanjaya dalam Rilisnya yang dikirm ke Tribun Jateng, Senin (27/4/2015).

Ia menambahkan acara ini merupakan salah satu kegiatan akademis yang dikemas secara unik oleh jurusan Game Technology Unika Soegijapranata. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya Festival Game yang selalu diselenggarakan setiap tahun.

” Di sini kami menerapkan slogan jurusan yaitu Brilliant, Innovative, and Confident melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif,” Imbuhnya.

Sementara itu, Presiden game club Unika, Daniel Sigit, menjelaskan setiap game diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri dari 3 anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah.

“Acara ini keluar dari mainstream yang umumnya untuk membuat program dilakukan di laboratorium atau tempat yang lengkap dengan hardware pendukung dan koneksi internet,” paparnya.

Salah satu peserta, Irwanto, dari Universitas Binus Jakarta, menyatakan rasa ketertarikannya bisa terlibat dalam acara tersebut. “Jika ada kesempatan lagi, saya berharap dapat ikut lagi pada tahun depan,“ lanjutnya.

Menurutnya, membuat game di luar laborat dan tanpa koneksi internet memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, ia juga mengaku berbaur dengan alam menambah inspirasi dalam menyelesaikan game nya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian doorprize dari sponsor dan ice breaking. Dosen juga memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan oleh para peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori game yang ditentukan, mendapatkan hadiah dari panitia. (*) Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

Sumber : Tribun Jateng

 

Unika Pacu Kreativitas Mahasiswa

SM040515 Unika Pacu Kreativitas Mahasiswa

SEMARANG - Jurusan Game Technology Unika Soegijapranata, baru-baru ini menyelenggarakan acara Game Development Camp atau kemah pengembang game selama tiga hari di Kopeng, Salatiga. Acara yang diikuti seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara Jakarta itu, mengangkat tema pariwisata.

Selama tiga hari peserta dituntut menyelesaikan proyek permainan berbasis Android, sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan proyek diawali dengan pengembangan konsep permainan, membuat grafis, mendesain peta permainan, dan berlanjut hingga proses pembuatan program.

Dikemas Unik

Setiap proyek diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri atas tiga anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah. Irwanto, salah satu peserta dari mahasiswa semester IV Universitas Bina Nusantara Jakarta, menyatakan rasa senangnya bisa bergabung dalam acara tersebut. ‘’Jika ada kesempatan lagi saya berharap dapat ikut pada tahun depan,’’katanya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian hadiah lawang(doorprize)dari sponsor dan ice breaking. Dosen memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori gim yang ditentukan, mendapat hadiah dari panitia.

Menurut Wakil Rektor bidang Akademik Dr Ridwan Sanjaya, acara ini merupakan salah satu kegiatan akademik yang dikemas secara unik. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya festival gim yang selalu diselenggarakan setiap tahun. (D9-37)

Tuesday, February 24, 2015

Mahasiswa GameTech Unika Terbitkan Buku

Mahasiswa GameTech Unika Terbitkan Buku SM230215

Mahasiswa GameTech Unika Terbitkan Buku

SEMARANG – Program S-1 GameTech Unika Soegijapranata selalu meloloskan beberapa karya mahasiswa ke International Conference dan karya game ke kompetisi pemprograman nasional.

Kini mereka membuat karya yang dapat dibaca secara nasional. Mudah Membuat Game dan Potensi Finansialnya dengan Unity 3D adalah buku terbaru karya Andre Kurniawan, Baskara Arya dan Dr Ridwan Sanjaya. Mereka berasal dari program S-1 Game Technology Unika Soegijapranata.

Dua penulis pertama masih mahasiswa semester II saat memulai menulis buku. Menurut Andre, kendala yang dihadapi antara lain karena terbilang masih pemula dalam penulisan, sehingga mereka harus tetap belajar menulis dengan penyampaian yang menarik. Selain itu, adanya kesibukan pribadi sehingga jarang bertemu.

Membagi Tugas

Komunikasi lebih banyak melalui email, kecuali saat penyelesaian akhir yang harus bertemu secara intensif. Kendala yang lain, seringkali beberapa detail langkah teknis terlewatkan dibahas oleh mereka berdua, karena ada anggapan kalau pembaca sudah paham.

”Kami bertiga saling membagi tugas saat proses penulisan buku ini. Baskara Arya fokus dalam mempelajari tips dan trik dalam software Unity, saya menulis sisi teknis yang dibuat oleh Baskara Arya.

Kemudian Pak Ridwan sebagai dosen pembimbing kami memperbaiki tulisan dan menambahkan detail-detail teknis yang terlewat dalam penulisan buku. Setiap bab seperti itu sampai akhirnya tercipta enam bab,” ungkap Andre dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin.

Harapan mereka, buku tersebut bisa menjadi sumber ilmu dan informasi bagi masyarakat, terutama bagi yang masih awam dalam pembuatan game. Buku tersebut juga bisa menjadi pelengkap dalam workshop pembuatan game yang sering diselenggarakan oleh program studi. (D9-37)

sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/mahasiswa-gametech-unika-terbitkan-buku/

Saturday, January 10, 2015

Mahasiswa GameTech Unika Ikuti Program Pertukaran ke Thailand

SEMARANG, suaramerdeka.com - Empat mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata terpilih untuk dikirim mengikuti pertukaran pelajar di Assumption University of Thailand. Kampus yang berlokasi di kota Bangkok ini merupakan universitas internasional pertama di Thailand dengan jumlah mahasiswa asing terbesar di Thailand.

Keempat mahasiswa tersebut akan berangkat dalam dua semester yang berbeda. Dua mahasiswa yang akan berangkat pada Januari 2015 adalah Theofilius Todo Chandra dan Denny Gunawan. Sedangkan dua mahasiswa berikutnya yang berangkat pada semester akan datang adalah Stephani Inggrit dan Viena Patrisiane.

Menurut Kaprodi Sistem Informasi & Game Technology Brenda Chandrawati, MT, pengiriman mahasiswa untuk pertukaran pelajar merupakan salah satu program yang dirancang oleh program studinya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Bernardinus Harnadi, MT, salah satu dosen prodi yang studi S3 di sana, akan menangani membantu mahasiswa beradaptasi pada awal di sana hingga sampai dengan perkuliahan dimulai.

Pemilihan Assumption University sebagai salah satu tempat studi dalam pertukaran pelajar kali adalah kredibilitas universitas yang telah terkenal baik dengan komunitas mahasiswa internasional yang besar. Sehingga mahasiswa dapat semakin memperluas wawasannya dalam dunia internasional. Sekembalinya ke kampus, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif untuk teman-temannya.

Kepala International Office Unika Soegijapranata Kartika Puspa Dwiana, MTP, juga menginformasikan bahwa kerjasama dengan Assumption University telah lama dilakukan dalam bentuk magang penelitian dan penyelenggaraan seminar internasional bersama. Kegiatan tersebut secara rutin telah dilaksanakan dan secara reciprocal. Sehingga bukan hanya mahasiswa Unika saja yang ke Assumption University, tetapi juga sebaliknya.

Sumber:

Sunday, December 21, 2014

Pengalaman Tak Ternilai di Thailand

Elearning Conference

Inset: Vania Wahyu, Okky Octavia, Nathasia Austin

Pada tanggal 12-13 Desember 2014, ketiga mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata mempresentasikan karya ilmiahnya di Thailand. Ketiganya adalah Nathasia Austin dan Vania Wahyu yang merupakan mahasiswa semester 5 serta Okky Octavia yang merupakan mahasiswa semester 3. Menurut Kaprodi Sistem Informasi & Game Technology, T. Brenda Chandrawati, MT, pengiriman karya ilmiah ke prosiding dan jurnal internasional merupakan aktivitas tahunan di program studi ini. Beberapa diantaranya yang mendapatkan kesempatan akan berangkat mempresentasikan karyanya di luar negeri. Ke depannya, Brenda mengharapkan akan makin banyak lagi yang berkesempatan mempresentasikan idenya di lingkungan internasional.

Nathasia Austin dan Vania Wahyu mempresentasikan karya ilmiahnya yang terkait dengan hasil observasi mengenai game pendidikan untuk kewirausahaan sekolah (lihat berita sebelumnya) sedangkan Okky Octavia mempresentasikan visualisasi ilmiah melalui desain grafis. Ketiganya merasakan mendapatkan kesempatan yang luar biasa dapat mempresentasikan ide-idenya di hadapan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Pertanyaan dan saran yang didapatkan merupakan pengalaman yang tak ternilai. Menurut Okky, pengalaman internasional pertamanya ini akan menjadi sesuatu yang berharga dan bisa di-sharing-kan kepada teman-temannya.

“Meski awalnya ragu-ragu karena merupakan pengalaman internasional saya yang pertama, ternyata banyak professor di dalam ruang presentasi sangat menyambut baik. Bahkan ada beberapa masukan yang diberikan ikut mengubah cara pandang saya terhadap beberapa hal menjadi lebih luas. Bagi saya, kesempatan dan pengalaman ini sungguh tak ternilai,” kata Okky. “Apalagi acara yang diikuti oleh 18 negara ini merupakan konferensi yang didukung oleh lembaga-lembaga ilmiah yang terkemuka,” tambahnya.

Sunday, December 14, 2014

Tiga Mahasiswi Game Tech Presentasi ke Thailand

Suara Merdeka (Edukasia), 12 Desember 2014

SM-12-12-2014 SEMARANG – Sebagai bagian dari penelitian Dikti yang dilakukan bersama dosen Unika Soegijapranata, tiga mahasiswi Program Studi Sistem Informasi & Game Technology berhasil meloloskan tiga karya ilmiah dalam Konferensi Internasional Ke-11 dalam Pembelajaran Elektronik untuk Masyarakat berbasis Pengetahuan.

Karya ilmiah ini akan dipresentasikan di Siam Technology College, Bangkok, Thailand, 12-13 Desember 2014. Acara yang rutin diadakan setiap tahun itu kali ini diikuti 18 negara.

Transformasi Ide

Tiga karya ilmiah yang dipresentasikan mahasiswa adalah ”Idea Development on Games of Education for School’s Entrepreneurship Sustainability (Pengembangan Ide Game Pendidikan untuk Keberlangsungan Kewirausahaan Sekolah)” yang ditulis Vania Wahyu, ”Teachers’ Interest in Entrepreneurship of Educational Game (Ketertarikan Guru pada Kewirausahaan Game Pendidikan)” ditulis Nathasia Austin, dan “Scientific Visualization through the Graphic Design (Visualisasi Ilmiah melalui Desain Grafis)” ditulis Okky Octavia.

Menurut Kaprodi Sistem Informasi & Game Technology Brenda Chandrawati MT dalam rilis kepada Suara Merdeka, kemarin, Vania dan Nathasia terlebih dahulu mengobservasi ketertarikan guru dalam pengembangan game edukasi di sekolah serta dampaknya pada pengembangan ide-ide untuk game edukasi di sekolah.

Sementara Okky akan membahas transformasi ide-ide ilmiah ke dalam bentuk desain grafis. Mahasiswi semester III itu memaparkan, sebuah ide harus dapat divisualkan dengan menggunakan dasar-dasar pemikiran yang ilmiah. (D9-37)

Sumber: Suara Merdeka Cetak

 

Tiga Mahasiswi GameTech Unika Loloskan Karya Ilmiah di Thailand

Suara Merdeka Online, 11 Desember 2014

Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Karya ilmiah tiga mahasiswi Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology berhasil lolos dalam Konferensi Internasional ke-11 dalam Pembelajaran Elektronik untuk Masyarakat berbasis Pengetahuan di Thailand.

Ketiga karya ilmiah karya tiga mahasiswi tersebut akan dipresentasikan di Siam Technology College, Bangkok, Thailand pada 12-13 Desember 2014.

Menurut Kaprodi Sistem Informasi dan Game Technology Brenda Chandrawati MT, karya ilmiah tersebut sebagai bagian dari
penelitian Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang dilakukan bersama dengan dosen Unika Soegijapranata.

“Tiga karya ilmiah yang dipresentasikan masing-masing adalah Idea Development on Games of Education for School’s Entrepreneurship Sustainability oleh Vania Wahyu, Teachers’ Interest in Entrepreneurship of Educational Game yang ditulis oleh Nathasia Austin dan Scientific Visualization through the Graphic Design ditulis oleh Okky Octavia,” katanya.

Acara rutin tahunan tersebut kali ini diikuti oleh 18 negara antara lain akademisi serta peneliti dari Inggris, Kanada,  Jerman, India, dan Singapura.

Vania dan Nathasia sambung Brenda, sebelum menulis karya ilmiah telah terlebih dahulu melakukan observasi mengenai ketertarikan guru dalam pengembangan game edukasi di sekolahnya. Serta dampaknya pada pengembangan ide-ide untuk game edukasi di sekolah masing-masing.

“Pelatihan pembuatan game untuk guru yang telah dilakukan pada awal tahun 2014 menjadi awal observasi yang dilakukan oleh kedua mahasiswi semester lima ini,” tambah Brenda.

Kemampuan guru dalam mempelajari dan mengembangkan game edukasi masih kata dia, merupakan cikal bakal kewirausahaan berbasis teknologi di sekolah, sedangkan Okky akan membahas mengenai transformasi ide-ide ilmiah ke dalam bentuk desain grafis. (Puthut Ami Luhur/ CN26 / SM Network)

Sumber: Suara Merdeka Online

Saturday, December 6, 2014

Jiwan: Game Kreasi Mahasiswa Unika Juarai BestAppsID

Suara Merdeka Online, 5 Desember 2014

jiwan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebuah game petualangan diciptakan oleh tiga mahasiswa Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata. Game bejudul Jiwan diciptakan oleh Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto.

“Game ini bermaksud mengenalkan kepada anak-anak Indonesia mengenai budaya. Banyak game di playstore tapi belum ada yang mengenalkan budaya sendiri,” kata Irse saat ditemui di ruang Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata, Jumat (5/12).

Ia menjelaskan, game yang sementara masih terdiri dari tiga level sangat sederhana jika dibandingkan dengan game-game yang ada. Pada setiap level pemain mengumpulkan poin untuk mendapatkan clue untuk menebak jawaban yang merupakan budaya Indonesia.

“Game ini sebenarnya merupakan tugas project dari dosen tapi kemudian ada ajang BestAppsID di Bandung kami ikut sertakan. Ternyata kami terpilih dalam 10 besar dan meraih gelar Platinum,” tuturnya.

Irse dibantu oleh dua rekannya, Gilang Pratama dan Wahyu Febriyanto, berhak mendapatkan dana pembinaan Rp 10 juta. Selain itu, mereka berhak masuk dalam fase inkubator untuk dilatih sebagai wirausaha di bidang teknologi atau ITPreneurship.
(Puthut Ami Luhur/CN41/SMNetwork)

 

Jiwan, Game Kreasi Mahasiswa Unika Raih Platinum

SuaraMerdeka.TV, 6 Desember 2014

 

Sebuah game petualangan diciptakan oleh tiga mahasiswa Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata. Game yang berjudul Jiwan ini diciptakan oleh Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto. Ini terungkap dalam wawancara kami dengan ketiga mahasiswa berbakat itu di ruang Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata, Jumat (5/12).

Reporter & Kameraman: Puthut Ami Luhur
VO: Fadhil
Editor: Arief

Mahasiswa Unika Tontonkan game Ciptaannya (Foto: Sugeng Irianto)